LintasYogya | Cara Pindah Domain ke Hosting Lain
Cara Pindah Domain ke Hosting Lain

Cara Pindah Domain ke Hosting Lain

Hai, salam kepada Sobat Lintasyogya! Apakah kamu sedang merencanakan untuk pindah domain ke hosting yang baru? Jangan khawatir, karena artikel ini akan memberikan panduan lengkap tentang cara melakukan pindah domain ke hosting yang lebih baik. Dalam artikel ini, kami akan membahas langkah-langkah yang harus kamu lakukan secara rinci, serta jawaban atas pertanyaan yang mungkin muncul selama proses ini.

1. Kenapa Harus Pindah Hosting?

Sebelum kita membahas cara pindah domain ke hosting lain, penting untuk mengetahui alasan mengapa kamu harus memindahkan hosting. Beberapa alasan umum adalah:

  1. Performa hosting yang buruk
  2. Kapasitas penyimpanan hosting yang terbatas
  3. Masalah keamanan pada hosting lama
  4. Biaya hosting yang lebih mahal dibandingkan dengan hosting baru

Jika kamu mengalami salah satu atau beberapa alasan di atas, mungkin sudah saatnya untuk mempertimbangkan untuk pindah hosting.

2. Pilih Hosting yang Baru

Langkah pertama dalam melakukan pindah domain ke hosting yang baru adalah memilih hosting yang tepat. Ada banyak opsi hosting yang tersedia di pasaran, mulai dari shared hosting hingga dedicated hosting. Pastikan kamu memilih hosting yang memiliki fitur dan kapasitas penyimpanan yang sesuai dengan kebutuhan website kamu.

Beberapa hosting yang bisa kamu pertimbangkan adalah:

Hosting Kelebihan Kekurangan
Shared Hosting – Biaya yang murah
– Mudah digunakan
– Performa yang lambat
– Keterbatasan fitur
VPS Hosting – Performa yang lebih baik
– Fleksibilitas yang lebih tinggi
– Biaya yang lebih mahal dibandingkan dengan shared hosting
Dedicated Hosting – Performa yang sangat baik
– Kapasitas penyimpanan yang sangat besar
– Biaya yang sangat mahal
– Memerlukan pengaturan yang lebih rumit

3. Backup Website

Sebelum melakukan pindah domain ke hosting yang baru, pastikan kamu telah melakukan backup website. Backup website ini akan berguna jika terjadi masalah saat proses migrasi, sehingga kamu tidak kehilangan data yang penting.

Baca Juga :  Elastic Hosting

Beberapa cara untuk melakukan backup website adalah:

  • Menggunakan plugin backup website seperti UpdraftPlus
  • Menggunakan fitur backup pada cPanel hosting lama
  • Menggunakan layanan backup website seperti CodeGuard

4. Pindah Domain ke Hosting Baru

Setelah kamu memilih hosting baru dan melakukan backup website, langkah selanjutnya adalah melakukan pindah domain ke hosting yang baru. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Buat akun di hosting baru
  2. Masuk ke cPanel hosting baru
  3. Buat database baru di cPanel hosting baru
  4. Upload file website ke hosting baru
  5. Ubah konfigurasi website agar dapat terhubung dengan database di hosting baru

Setelah kamu selesai melakukan langkah-langkah di atas, kamu bisa mengakses website di hosting baru melalui URL yang baru. Namun, jika kamu ingin menggunakan domain yang lama, kamu perlu melakukan langkah selanjutnya.

5. Ganti DNS Domain

Untuk menggunakan domain yang lama, kamu perlu mengubah DNS domain agar mengarah ke hosting baru. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Masuk ke akun domain di registrar domain
  2. Ubah DNS domain agar mengarah ke hosting baru
  3. Tunggu hingga DNS domain berjalan penuh

Setelah DNS domain sudah berjalan penuh, kamu bisa mengakses website melalui domain yang lama.

6. Test Website di Hosting Baru

Setelah kamu berhasil melakukan pindah domain ke hosting yang baru, pastikan untuk melakukan testing website. Hal ini akan membantu kamu memastikan bahwa website sudah berjalan dengan baik di hosting baru.

Beberapa hal yang perlu diperiksa saat testing website adalah:

  • Kecepatan loading website
  • Fungsi website seperti form dan button
  • Responsifitas website pada berbagai perangkat
  • Keamanan website seperti SSL

FAQ

1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pindah domain ke hosting baru?

Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pindah domain ke hosting baru tergantung pada kompleksitas website kamu dan provider hosting yang kamu gunakan. Namun, sebagian besar proses migrasi bisa diselesaikan dalam waktu 24-48 jam.

Baca Juga :  Cara Upload Short Video di YouTube PC

2. Apakah saya perlu membayar biaya tambahan untuk melakukan pindah domain ke hosting baru?

Biaya tambahan untuk melakukan pindah domain ke hosting baru tergantung pada provider hosting yang kamu gunakan. Beberapa provider hosting menawarkan layanan migrasi gratis, sementara yang lain mungkin memerlukan biaya tambahan.

3. Apakah saya perlu mengubah URL website setelah melakukan pindah domain ke hosting baru?

Tidak, kamu tidak perlu mengubah URL website setelah melakukan pindah domain ke hosting baru, kecuali jika kamu ingin mengganti domain website.

4. Apakah saya perlu mengubah email hosting setelah melakukan pindah domain ke hosting baru?

Tergantung pada provider hosting yang kamu gunakan. Beberapa provider hosting akan mempertahankan email hosting kamu, sementara yang lain memerlukan pengaturan ulang email hosting.

5. Apakah saya perlu mengubah konfigurasi website setelah melakukan pindah domain ke hosting baru?

Iya, kamu perlu mengubah konfigurasi website agar website dapat terhubung dengan database di hosting baru. Namun, konfigurasi ini bisa dilakukan dengan mudah melalui panel kontrol hosting seperti cPanel.

Kesimpulan

Itulah panduan lengkap tentang cara pindah domain ke hosting yang baru. Dalam melakukan pindah domain ke hosting yang baru, pastikan kamu memilih hosting yang tepat, melakukan backup website, dan melakukan testing website setelah migrasi. Jangan lupa untuk mengubah DNS domain agar mengarah ke hosting baru agar website kamu dapat diakses melalui domain lama.

Jika kamu masih memiliki pertanyaan atau masalah selama proses migrasi, jangan ragu untuk menghubungi tim support provider hosting yang kamu gunakan. Terima kasih telah membaca artikel ini dan sampai jumpa kembali di artikel atau info menarik lainnya di Lintasyogya.com.

Baca Juga :  Penjelasan Tentang Google Cloud Web Hosting

Related video of Cara Pindah Domain ke Hosting Lain