LintasYogya | Cara Hosting Laravel 8 dengan Mudah dan Praktis
Cara Hosting Laravel 8 dengan Mudah dan Praktis

Cara Hosting Laravel 8 dengan Mudah dan Praktis

Hai, Salam Sobat Lintasyogya! Bagi kamu yang ingin membuat website dengan menggunakan framework Laravel 8, pastinya kamu membutuhkan hosting yang bisa menunjang kinerja website kamu. Hosting yang baik akan mempercepat loading website kamu dan memberikan performa yang lebih baik. Nah, kali ini kita akan membahas cara hosting Laravel 8 dengan mudah dan praktis. Yuk, simak ulasan lengkapnya!

1. Pilih Hosting yang Cocok untuk Laravel 8

Sebelum mulai meng-hosting Laravel 8, kamu perlu memilih hosting yang cocok untuk framework tersebut. Pastikan hosting yang kamu pilih mendukung PHP 7.3 ke atas dan juga sudah dilengkapi dengan database MySQL atau MariaDB. Selain itu, pastikan juga hosting tersebut mendukung Composer, Git, dan SSH.

1.1. Apa itu Composer?

Composer adalah tool manajemen dependensi pada PHP. Composer akan membantu kamu untuk menginstal package atau library yang dibutuhkan pada website Laravel 8 kamu.

1.2. Apa itu Git?

Git adalah tool version control yang digunakan untuk mengelola kode program pada website Laravel 8 kamu. Dengan Git, kamu bisa mengelola dan menyimpan perubahan kode program secara terpisah sehingga memudahkan kamu dalam melakukan debugging atau rollback jika terjadi kesalahan.

1.3. Apa itu SSH?

SSH (Secure Shell) adalah protokol jaringan yang digunakan untuk mengakses server secara aman. Dengan menggunakan SSH, kamu bisa mengakses server hosting kamu dengan aman dan melakukan berbagai operasi pada server.

2. Instal Laravel 8 pada Hosting

Setelah kamu memilih hosting yang cocok untuk Laravel 8, langkah selanjutnya adalah menginstal framework tersebut pada hosting. Kamu bisa menginstal Laravel 8 dengan menggunakan Composer. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Log in ke hosting kamu melalui SSH
  2. Clone repository Laravel 8 dari GitHub
  3. Jalankan perintah composer install untuk menginstal dependency Laravel 8
  4. Buat file .env baru dan sesuaikan konfigurasi database kamu
  5. Jalankan perintah php artisan key:generate untuk menghasilkan APP_KEY baru
  6. Jalankan perintah php artisan migrate untuk menjalankan migration database
  7. Website Laravel 8 sudah siap digunakan!

2.1. Apa itu Migration pada Laravel 8?

Migration pada Laravel 8 adalah fitur untuk mengelola database pada website kamu. Dengan menggunakan migration, kamu bisa membuat, memperbarui, dan menghapus tabel atau kolom pada database kamu dengan mudah dan terstruktur.

3. Konfigurasi Server untuk Laravel 8

Setelah menginstal Laravel 8 pada hosting, kamu perlu melakukan konfigurasi server agar website kamu bisa berjalan dengan baik. Berikut adalah beberapa konfigurasi server yang perlu kamu lakukan:

  1. Atur file .htaccess agar website kamu bisa diakses dengan benar
  2. Atur file php.ini untuk memaksimalkan performa website kamu
  3. Atur file nginx.conf (jika kamu menggunakan server Nginx) agar website kamu bisa diakses dengan benar
Baca Juga :  Cara Pindah Domain dari Hosting Lama ke Hosting Baru

3.1. Apa itu .htaccess?

.htaccess adalah file konfigurasi pada server Apache yang digunakan untuk mengatur akses pada website kamu. Dengan menggunakan .htaccess, kamu bisa mengatur URL rewriting, mengaktifkan cache, dan banyak lagi.

3.2. Apa itu php.ini?

php.ini adalah file konfigurasi pada server PHP yang digunakan untuk mengatur konfigurasi PHP. Dengan mengatur file php.ini dengan benar, kamu bisa memaksimalkan performa website kamu.

3.3. Apa itu nginx.conf?

nginx.conf adalah file konfigurasi pada server Nginx yang digunakan untuk mengatur akses pada website kamu. Dengan mengatur file nginx.conf dengan benar, kamu bisa memaksimalkan performa website kamu.

4. Backup Data Website Laravel 8

Backup data website Laravel 8 secara rutin sangat penting untuk menghindari kehilangan data jika terjadi masalah pada server. Kamu bisa menggunakan fitur backup pada hosting kamu atau juga bisa menggunakan tool backup dari Laravel 8 sendiri.

4.1. Apa itu fitur backup pada hosting?

Fitur backup pada hosting adalah fitur yang disediakan oleh provider hosting untuk membackup data website kamu secara rutin. Namun, pastikan kamu juga memiliki backup data sendiri untuk menghindari kehilangan data jika terjadi masalah pada server hosting.

4.2. Apa itu tool backup pada Laravel 8?

Tool backup pada Laravel 8 adalah tool yang digunakan untuk membackup data website kamu secara otomatis. Kamu bisa mengatur jadwal backup dan tempat penyimpanan backup dengan mudah.

5. Optimalkan Performa Website Laravel 8

Optimalkan performa website Laravel 8 dengan beberapa cara berikut:

  • Gunakan cache pada website kamu
  • Optimalkan kode program pada website kamu
  • Menggunakan CDN (Content Delivery Network) untuk mempercepat loading website

5.1. Apa itu CDN?

CDN (Content Delivery Network) adalah jaringan server yang tersebar di berbagai lokasi yang digunakan untuk mempercepat loading website. Dengan menggunakan CDN, website kamu bisa diakses dengan lebih cepat oleh user dari berbagai negara.

Baca Juga :  Cara Hosting Menggunakan Github

6. Mengatasi Error pada Website Laravel 8

Jika terjadi error pada website Laravel 8 kamu, kamu perlu mengatasi error tersebut dengan cepat dan tepat. Berikut adalah beberapa error yang sering terjadi pada website Laravel 8 dan cara mengatasinya:

  1. Error 404 Not Found: Periksa URL website kamu dan pastikan file yang diakses benar-benar ada di server
  2. Error 500 Internal Server Error: Periksa file .htaccess dan php.ini untuk memastikan tidak ada kesalahan konfigurasi
  3. Error 503 Service Unavailable: Periksa koneksi database kamu dan pastikan server hosting kamu tidak sedang down

6.1. Apa itu Error 404 Not Found?

Error 404 Not Found adalah error yang terjadi saat file yang diakses tidak ditemukan di server. Error ini biasanya terjadi karena kesalahan penulisan URL atau file yang diakses tidak ada di server.

6.2. Apa itu Error 500 Internal Server Error?

Error 500 Internal Server Error adalah error yang terjadi saat terdapat kesalahan konfigurasi pada server. Error ini biasanya terjadi karena kesalahan konfigurasi pada file .htaccess atau php.ini.

6.3. Apa itu Error 503 Service Unavailable?

Error 503 Service Unavailable adalah error yang terjadi saat server hosting kamu sedang down atau tidak bisa diakses. Error ini biasanya terjadi karena koneksi database yang terputus atau terlalu banyak user yang mengakses website secara bersamaan.

7. Meng-update Laravel 8

Untuk menjaga performa dan keamanan website kamu, kamu perlu meng-update Laravel 8 secara rutin. Kamu bisa meng-update Laravel 8 dengan mudah melalui Composer. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Log in ke hosting kamu melalui SSH
  2. Jalankan perintah composer update untuk meng-update dependency Laravel 8
  3. Jalankan perintah php artisan migrate untuk menjalankan migration database (jika diperlukan)
  4. Website Laravel 8 sudah di-update!

8. Menghapus Laravel 8 dari Hosting

Jika kamu ingin menghapus website Laravel 8 dari hosting, kamu bisa menghapusnya dengan mudah melalui SSH. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Log in ke hosting kamu melalui SSH
  2. Hapus folder Laravel 8
  3. Hapus database yang digunakan oleh website Laravel 8
  4. Website Laravel 8 sudah terhapus!

FAQ

1. Apa itu Laravel?

Laravel adalah framework PHP yang digunakan untuk membangun website dengan cepat dan mudah.

2. Apa itu Composer?

Composer adalah tool manajemen dependensi pada PHP. Composer akan membantu kamu untuk menginstal package atau library yang dibutuhkan pada website Laravel 8 kamu.

Baca Juga :  Penjelasan Tentang Google Cloud Web Hosting

3. Apa itu Git?

Git adalah tool version control yang digunakan untuk mengelola kode program pada website Laravel 8 kamu.

4. Apa itu SSH?

SSH (Secure Shell) adalah protokol jaringan yang digunakan untuk mengakses server secara aman.

5. Apa itu Migration pada Laravel 8?

Migration pada Laravel 8 adalah fitur untuk mengelola database pada website kamu.

6. Apa itu .htaccess?

.htaccess adalah file konfigurasi pada server Apache yang digunakan untuk mengatur akses pada website kamu.

7. Apa itu php.ini?

php.ini adalah file konfigurasi pada server PHP yang digunakan untuk mengatur konfigurasi PHP.

8. Apa itu nginx.conf?

nginx.conf adalah file konfigurasi pada server Nginx yang digunakan untuk mengatur akses pada website kamu.

9. Apa itu CDN?

CDN (Content Delivery Network) adalah jaringan server yang tersebar di berbagai lokasi yang digunakan untuk mempercepat loading website.

10. Apa itu Error 404 Not Found?

Error 404 Not Found adalah error yang terjadi saat file yang diakses tidak ditemukan di server.

11. Apa itu Error 500 Internal Server Error?

Error 500 Internal Server Error adalah error yang terjadi saat terdapat kesalahan konfigurasi pada server.

12. Apa itu Error 503 Service Unavailable?

Error 503 Service Unavailable adalah error yang terjadi saat server hosting kamu sedang down atau tidak bisa diakses.

13. Apa itu Laravel 8?

Laravel 8 adalah versi terbaru dari framework PHP Laravel.

14. Apa itu Backup?

Backup adalah proses membackup data website kamu secara rutin untuk menghindari kehilangan data jika terjadi masalah pada server.

Kesimpulan

Hosting website Laravel 8 memang membutuhkan beberapa konfigurasi dan persiapan. Namun, dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu bisa meng-hosting website Laravel 8 dengan mudah dan praktis. Jangan lupa juga untuk meng-update dan membackup website kamu secara rutin untuk menjaga performa dan keamanan website kamu. Terimakasih telah mengikuti info terbaru dari Lintasyogya.com dan sampai jumpa kembali di artikel atau info menarik lainnya!

Related video of Cara Hosting Laravel 8 dengan Mudah dan Praktis